Sesungguhnya orang yang mengetahui pendeknya umur dunia, sedikitnya harta dunia, jeleknya karakter dunia, maka ia tidak akan berduka atas segala sesuatu yang berhubungan dengannya, dan tidak berputus asa atas apa yang hilang darinya.
Jangan sedih dan berputus asa atas apa yang hilang dari dunia.
Sungguh kita memiliki rumah lain yang lebih agung, lebih kekal, lebih besar, lebih indah dari rumah ini, yaitu rumah akhirat. Pujilah Alloh, karena engkau percaya adanya hari pertemuan dengan Rabb Yang Maha Esa, sementara orang-orang selainmu tidak mengakui hari yang dijanjikan ini. Beruntunglah bagi mereka yang percaya terhadap hari itu dan bersiap-siap untuknya. Celakalah mereka yang lemah imannya dan melupakan hari itu dengan disibukkan oleh istana, rumah, harta dan perhiasan tanpa adanya iman? Apakah ada nilainya kedudukan dan pangkat tanpa disertai ketakwaan? Kalau tahta, istana, dan perniagaan dapat membeli kebahagiaan, tentu kita tidak akan melihat para kongngulomerat, para penguasa, dan saudagar yang selalu mengeluh karena tertimpa musibah dan kesedihan.
** Dikutip dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia